pergerakan nasional memiliki arti

Pergerakan Nasional mempunyai arti juga sebagai aktivitas bangsa itu sendiri, biarpun yg bergerak itu sebahagian rakyat atau sebahagian mungil sekalipun, asalkan apa yg jadi maksud itu bisa tentukan nasib bangsa itu dengan cara total, menuju keciti-cita yg tertentu yakni kemerdekaan.

A. Hakekat Pergerakan Nasional
Dalam Pergerakan Nasional, kesetiaan diletakkan kepada bangsa itu sendiri. Pergerakan nasional terhadap kebanyakan yaitu pergerakan dari bangsa yg terjajah melawan bangsa yg menjajah buat mendirikan satu buah negeri yg merdeka. Maksud pergerakan nasional yg seutuhnya tak bisa saja terwujud sejauh kemerdekaan dalam bagian politik belum bisa di raih.
Pergerakan nasional dalam peristiwa Indonesia ialah salah satu momentum yg amat sangat mutlak. Pergerakan nasional Indonesia meliputi beraneka aktivitas atas tindakan yg dilakukan dalam wujud organisasi mutahir menuju ke arah yg lebih baik terutama dalam kehidupan rakyat Indonesia.
Istilah pergerakan nasional tidak sama bersama perjuangan nasional, kata perjuangan mempunyai cakupan saat yg lebih luas ( lama ) dikarenakan perjuangan bangsa itu sebenarnya sejak bangsa itu ada hingga mencapai maksud. Sedang pergerakan nasional hanyalah meliputi kurun saat 1908 – 1945. Pergerakan nasional berangkat dari th 1908 sebab munculnya organisasi trendi yg pertama-tama ada di Indonesia ialah terhadap thn itu adalah organisasi Budi Utomo.
Aspek yg spesifik dari Budi Utomo juga sebagai organisasi mutakhir merupakan :
1. Memiliki pengurus yg tentu
2. Memiliki anggota yg tercatat
3. memiliki maksud keperluan nasional adalah Indonesia merdeka
4. Memiliki desain tugas atau acara kerja
5. Lain-lain didasarkan atas peraturan yg ditetapkan.

Peringatan lahirnya Budi Utomo tiap-tiap tanggal 20 Mei juga sebagai Hri Kebangkitan Nasional didasarkan atas ketentuan Presiden Republik Indonesia No. 316 tertanggal 16 Desember 1959.

B. Perkembangan Pergerakan Nasional
1. Budi Utomo ( BU )
Terhadap thn 1901 –1904 suatu majalah bulanan, Insulinde terbit di Padang. Majalah ini tak saja memuat artikel & informasi berkaitan Hindia-Belanda, namun serta berkaitan Asia & Eropa. Tapi tema mutlak yg tersirat dari yg tersurat seluruh tulisan itu senantiasa sama berkenaan kemajuan & era maju. Ke-2 tema ini pulalah yg senantiasa dimanfaatkan dalam nyaris tiap-tiap tulisan Dr. A. Rivai dalam majalah bergambar Warta Hindia yg terbit di negara Belanda sejak thn 1904 hingga dirinya kembali ke tanah Hindia. Utk mencapai kemajuan & terwujudnya Hindia yg maju , A. Rivai menganjurkan biar dibentuk organisasi kaum belia. Nyata-nyatanya rencana A. Rivai ini mendapat tanggapan positif dari Dr. Wahidin Soediro Hoesodo. Dalam salah satu tulisannya yg dimuat majalah Retna Dhoemilah pensiunan dokter ini memberi dukungan rencana Dr. A. Rivai dapat perlunya sebuah organisasi para kaum belia.

Mas Ngabehi Wahidin Sudiro Husodo, satu orang pensiunan dokter di Yogyakarta kira kira thn 1906 merintis mengadakan kampanye mengumpulkan dana pelajar ( Studie Fond) di kalangan priyayi di Pulau Jawa. Upaya dr. Wahidin ini bertujuan buat meningkatkan wibawa rakyat & menunjang bagi para pelajar yg kekurangan dana.
Terhadap akhir thn 1907 dr. Wahidin Sudiro Husodo dalam kelilingnya pernah singgah & berpidato di depan mahasiswa STOVIA di Jakarta. Materi pidato dr. Wahidin Sudiro Husodo
ini mendapat tanggapan positif dari para mahasiswa STOVIA. Salah seseorang mahasiswa yg bernama Sutomo, umur 19 th, tergerak jiwanya utk menindak lanjuti business dr. Wahidin.

Dr. Wahidin Soedirohoesodo ( 1857-1917) yakni inspirator bagi pembentukan organisasi mutakhir perdana buat kalangan priyayi Jawa. Dia lulusan sekolah Dokter Jawa & bekerja juga sebagai dokter pemerintah di Yogyakarta hingga th 1899. Kepada th 1901 jadi redaktur majalah Retna Dhoemilah “Ratna yg berkilauan”.

Kepada hri Rabu, tanggal 20 Mei 1908 bertempat di Jakarta, para pelajar dari sekolah lanjutan, bertempat di gedung STOVIA mendirikan organisasi dgn nama Budi Utomo yg artinya ‘Usaha Mulia’ & menunjuk Sutomo juga sebagai ketuanya. Nama-nama mahasiswa yg ikut bergabung bersama Sutomo antara lain M. Suradji, Muhammad saleh, Mas Suwarno, Sulaiman, Gunawan, Muhammad Sulaiman & Gumbreg.
Kepada mulanya berdirinya Budi Utomo bukanlah satu buah partai politik. Factor ini tampak dari maksud yg hendak di capai ialah :
Bumiputra maka tercapailah sebuah Bond bangsa Jawa seluruh, perbaikan pelajaran di sekolah-sekolah, mendirikan tubuh wakaf yg menyatukan tunjangan utk kebutuhan belanja anak-anak bersekolah, terhubung sekolah pertanian, memajukan teknik & industri, menghidupkan kembali seni & kebudayaan Bumiputra, menjujung tinggi angan-angan kemanusiaan dalam rangka mencapai kehidupan rakyat yg pantas.
Gubernur Jenderal van Heutsz menyongsong baik Budi Utomo, sbg tanda kesuksesan politik etis. Memang Lah itulah yg dikehendakinya : satu buah organisasi pribumi yg progresif-moderat. Sehingga terhadap Desember 1909, dinyatakan yang merupakan organisasi yg resmi atau sah.

Kongres Budi Utomo yg perdana berjalan di Yogyakarta terhadap tanggal 3 Oktober – 5 Oktober 1908. Kongres dihadiri 8 cabang Budi Utomo ialah dari Bogor, Bandung, Yogya I, Yogya II, Magelang, Surabaya & Batavia. Dalam kongres ini yg terpilih juga sebagai ketua Budi Utomo ialah Raden TumenggungAryo Tirtokoesoemo yg nerupakan Bupati Karanganyar, bersama wakil ketua Wahidin Sudiro Husodo.

Terpilihnya R.T.A. Tirtokoesoemo yg seseorang bupati juga sebagai ketua rupanya dimaksudkan supaya lebih memberikan kebolehan kepada Budi Utomo. Kedudukan Bupati berikan efek positif dalam rangka menggalang dana & keanggotaan dari Budi Utomo. Dalam bisnis memantapkan keberadaan Budi Utomo diusahakan buat serta-merta mendapati tubuh hukum dari pemerintah Belanda. Perihal ini terealisasi kepada tanggal 28 Desember 1909, budget basic Budi Utomo disyahkan.
Dalam perkembangannya, di badan Budi Utomo muncul dua falsafah :
1. Pihak kanan, berkehendak agar keanggotaan dibatasi kepada golongan terpelajar saja, tak bergerak dalam arena lapang politik & cuma membatasi kepada pelajaran sekolah saja.
2. Pihak kiri, yg banyaknya lebih mungil terdiri dari kaum bujang berkeinginan ke arah aktivitas kebangsaan yg demikratis, lebih memperhatikan nasib rakyat yg menderita.
Budi Utomo sanggup menerbitkan majalah bulanan Goroe Desa yg mempunyai debut masihlah terbatas di kalangan warga pribumi. Kegiatan politik Budi Utomo terlibat dalam Dewan Rakyat ( Volkraad 1918 ). Searah bersama kemerosotan kegiatan & dukungan pribumi kepada Budi Utomo sehingga terhadap thn 1935 Budi Utomo mengadakan fusi ke dalam Partai Indonesia Raya (Parindra ). Sejak itu BU konsisten mengalami kemerosotan & mundur dari ajang politik. Bagaimanapun BU bersama segala kekurangannya sudah mewakili aspirasi politik mula-mula & mengantarkan rakyat Jawa ke arah kebangkitan .

2. Sarekat Islam ( SI )
Kepada mulanya Sarekat Islam ini yaitu satu buah perkumpulan para pedagang yg bernama Sarekat dagang Islamyah ( SDI ). Kepada thn 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi juga sebagai sebuah koperasi pedagang batik Jawa.. Garis yg diambil oleh SDI merupakan kooperasi bersama maksud memajukan perdagangan Indonesia dibawah panji-panji Islam, agama yg paling besar dalam warga Indonesia.

Kepada thn 1909 satu orang lulusan OSVIA bernama Tirtoadisurjo (1880-1918) , yg sudah meninggalkan Instansi pemerintahan & jadi wartawan mendirikan Sarekat Dagang Islamiyah di Batavia. Kepada thn 1910 mendirikan SDI di Buitenzorg (Bogor). Seterusnya menemui H. Samanhudi selaku entrepreneur batik di laweyan, Surakarta buat mendirikan SDI.Pada Awal Mulanya, Tirtoadisurjo terhadap th 1903 mendirikan surat informasi yg mula-mula yg didirikan, didanai & dijalankan oleh beberapa orang Indonesia ori yaiut mingguan berbahasa Melayu Soenda Informasi, yg dicetak di Cianjur. Terhadap thn 1907 mendirikan mingguan Medan Prijaji di Batavia. Terhadap thn 1910, Medan Prijaji beralih jadi harian, surat berita harian mula-mula yg dikelola oleh pribumi.

Latar belakang ekonomi berdirinya perkumpulan ini yaitu :
1. Perlawanan kepada para pedagang perantara ( penyalur ) oleh orang China.
2. Isyarat kepada umat Islam bahwa sudah tiba waktunya buat menunjukkan kekuatannya
3. Membuat fron melawan seluruh penghinaan kepada rakyat Bumiputra.

Maksud yg mau di raih tepat dgn anggran dasarnya yakni :
1. Mengembangkan jiwa berdagang
2. Berikan pertolongan terhadap anggotanya yg mengalami gangguan
3. memajukan pengajaran & seluruhnya yg mempercepat naiknya derajat bumiputra.
4. Menentang pendapat-pendapat yg keliru berkenaan agama Islam.
5. Tak bergerak dalam bagian politik
6. Menggalang persatuan umat Islam sampai saling tolong meringankan.

SDI ditukar jadi SI kepada tanggal 10 September 1912, supaya menjangkau keanggotaan yg lebih luas (partai massa). Perubahan ini tak lepas dari luasnya pengetahuan Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang merupakan motor penggerak SI, Dirinya yaitu lulusan OSVIA ,membangkitkan khayalan massa rakyat tradisional yg meramal beliau yang merupakan Ratu Adil ‘raja yg adil’mungkin sbg Prabu Erucakra, adalah nama yg sama bersama Cakra-aminata, Tjokroamonoto, Ratu Adil tradisional yg telah lama dinanti-nantikan.

Kecepatan tumbuhnya SI bagaikan meteor & meluas dengan cara horizontal, maka SI ialah organisasi massa mula-mula di Indonesia antara thn 1917 hingga dgn 1920 teramat terasa pengaruhnya di dalam politik Indonesia.
Terhadap disaat kongres Sarekat Islam ke tiga di Bandung kepada tanggal 17 – 24 Juni 1916, yg selanjutnya disebut Kongres Nasional, lantaran diikuti oleh 80 cabang SI daerah mengirimkan utusan mewakili jumlah anggota seputar 360.000 orang. Jumlah seluruhnya anggota SI kepada ketika itu yakni lebih kurang 800.000 orang.
Terhadap tanggal 29 Maret 1913, para pemimpin SI mengadakan jumpa dgn Gubernur Jendral Idenburg utk memperjuangkan SI berbadan hukum. Jawaban dari Idenburg terhadap tanggal 29 Maret 1913, bahwa SI di bawah pimpinan HOS Cokroaminoto tak dikasih tubuh hukum. Ironisnya yg mendapat pernyatan pemerintah kolonial Belanda ( Gubernur JenderalIdenburg) justru cabang-cabang SI yg ada di daerah. Ini satu buah strategi pemerintah kolonial Belanda dalam memecah belah persatuan SI.
Bayangan perpecahan muncul dari pandangan yg tidak serupa antara H.O.S Tjokroaminoto dgn Semaun berkaitan kapitalisme. Menurut Semaun yg mempunyai pandangan sosialis, bergandeng dgn kapitalis ialah haram. Dalam kongres SI yg dilaksanakan thn 1921 ditetapkan adanya patuh aturan partai rangkap anggota. SI merah sempalan yg dipimpin Semaun hasilnya pilih ikut dalam Partai Komunis Indonesia. Perpecahan SI berjalan di samping lantaran adanya patuh aturan partai pula terdapat tiga ajaran :
1. Golongan Islam fanatik,
2. Golongan yg bersikap menentang keras
3. Golongan yg hendak mengusahakan mencari kemajuan dgn pertolongan pemerintah.

SI pecah jadi 2 grup :
1. SI Putih, yg terus berlandaskan nasionalisme & Islam. Dipimpin oleh H.O.S. Tjokroaminoto, H. Agus Salim, & Suryopranoto yg berpusat di Yogyakarta.
2. SI Merah, yg berhaluan sosialisme kiri ( komunis ). Dipimpin oleh Semaun, yg berpusat di Semarang.

Sbg sektor dari perjalanan SI dalam kiprahnya kepada pergerakan nasional, nyatanya perpecahan ini mengambil disintegrasi dalam factor mempersatukan kekuatan-kekuatan Islam utk menentang pemerintah kolonial Belanda.

3. Indische Partij ( IP )
IP didirikan kepada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung oleh tokok Tiga Serangkai, ialah E.F.E Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo & Soewardi Soerjaningrat. Pendirian IP ini dimaksudkan utk tukar Indische Bond yg ialah organisasi beberapa orang Indo & Eropa di Indonesia. Aspek ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yg berlangsung(diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda totok bersama orang Belanda campuran ( Indo).
IP juga sebagai organisasi campuran mengharapkan adanya hubungan kerja orang Indo & bumiputra. Factor ini disadari benar lantaran jumlah orang indo teramat sedikit, sehingga dipakai kerja sama dgn orang bumi putra biar kedudukan organisasinya semakin bertambah kuat. disamping itu serta disadari betapapun baiknya business yg dibangun oleh orang indo, tak bakal mendapat tanggapan rakyat tidak dengan adanya pertolongan beberapa orang bumiputra. Butuh didapati bahwa E.F.E Douwes Dekker dilahirkan dari keturunan campuran, ayah Belanda, ibu satu orang indo.
Maksud Indische Partij yakni utk membangunkan patriotisme seluruhnya indiersterhadap tanah air yg sudah memberikan arena lapang hidup pada mereka supaya mereka mendapat dorongan buat bersamasama atas basic persamaan ketatanegaraan buat memajukan tanah air. IP memanfaatkan sarana surat info ‘De Expres’ PimpinanE.F.E Douwes Dekker juga sebagai media buat membangkitkan rasa kebangsaan & cinta tanah air Indonesia.

Berkenaan nama Douwes Dekker, ada tiga orang yg menggunakan nama itu :
1. Dr. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker biasa DisingkatE.F.E. Douwes Dekker, alias Danudirja Setiabudi merupakan salah satu dari Tiga Serangkai.
2. Eduard Douwes Dekker, biasa disingkat E. Douwes Dekkeralias Multatuli, yg mengarang buku Max Havelaar yaitu kemenakan E.F.E Douwes Dekker, cucu dari :
3. Jan Douwes Dekker, penanggung-jawab penanaman kopi di daerah Jawa-Timur.

Semangat juang dari ke3 tokoh Tiga Serangkai amat agung pengaruhnya bagi kalangan rakyat tidak sedikit. Apalagi lagi setelai IP menunjukkan garis politiknya dengan cara terang & tegas pula berharap biar rakyat Indonesia mampu jadi satu kesatuan warga yg multirasial.
Maksud dari partai ini memang lah revolusioner sebab ingin mendobrak kebenaran politik rasial yg dilakukan pemerintah kolonial. Perbuatan ini nampak nyata disaat terhadap thn 1913, pemerintah Belanda bakal mengadakan peringatan 100 thn bebasnya Belanda dari Tangan Napoleon Bonaparte ( Perancis ). Perayaan ini drencanakan diperingati pun oleh pemerintah Hindia Belanda. Yaitu sebuah yg kurang tepat di mana satu buah negeri penjajah laksanakan upacara peringatan pembebasan dari penjajah kepada satu buah bangsa yg dirinya sbg penjajahnya. Aspek yg ironis ini mendatangkan cemoohan termasuk juga dari para pemimpin Indische Partij.
R.M. Soewardi Soerjaningrat posting artikel bernada sarkastis yg berjudul ‘ Als ik een Nederlander was’, Andaikan saya seseorang Belanda. Akibat dari tulisan itu R.M. Soewardi Soeryaningrat diringkus, menyusul sarkasme dari Dr.Tjipto Mangoenkoesoemo yg dimuat dalam De Express tanggal 26 Juli 1913 yg dikasih judul Kracht of Vrees? , berisi mengenai kekawatiran, kemampuan & ketakutan. Dr. Tjipto juga diringkus, yg menciptakan kawan dalam Tiga Serangkai, E.F.E. Douwes Dekker turut mengkritik dalam tulisannya di De Express tanggal 5 Agustus 1913 BerjudulOnze Helden : Tjipto Mangoenkoesoemo en Soewardi Soerjaningrat, Pahlawan kita : Tjipto Mangoenkoesoemo & Soewardi Soerjaningrat.

Sekelumit dari brosur Als ik een Nederlander was :
………
Kalau aku seseorang Belanda, terhadap kini, sehingga aku dapat meprotes rencana peringatan ini. Aku dapat posting disemu surat info bahwa perbuatan ini salah. Aku dapat memperingatkan sesama kaum kolonialku , bahwa berbahaya mengadakan pesta-pesta kemerdekaan di sekarang ini, bakal aku nasehatkan seluruhnya orang Belanda utk tak menyakiti rakyat Hindia –Belanda, yg sedang bangkit & sudah menyakiti hati rakyat Hindia itu, & tak membuatnya jadi kurang ajar. Sungguh aku bakal ajukan protes dgn segala kekuatanku.
Dapat tapi …. Aku bukan orang Belanda, aku cuma seseorang anak negara daerah panas ini, kulitku berwarna cokelat, seseorang pribumi di daerah jajahan jajahan negara Belanda, sehingga dari itu aku tak bakal ajukan protes.

Kecaman-kecaman yg makin pedas menentang pemerintah Belanda menyebabkan ke3 tokoh dari Indische Partij dibekuk & terhadap th 1913 mereka diasingkan ke Belanda. Tapi terhadap th 1914 Tjipto Mangoenkoesoemo dikembalikan ke Indonesia dikarenakan sakit, sedangkan Soewardi Soerjaningrat & E.F.E. Doewes Dekker baru kembali ke Indonesia kepada th 1919. Soewardi Soerjaningrat terjun dalam dunia pendidikan, dikenal juga sebagai Ki Hajar Dewantara, mendirikan perguruan Taman peserta didik. E.F.E Doewes Dekker pula mengabdikan diri dalam dunia pendidikan & mendirikan yayasan pendidikan “Ksatria Institute” di Sukabumi kepada thn 1940. Dalam perkembangannya, E.F.E Doewes Dekker dibekuk lagi & dibuang ke Suriname, Amerika Latin.
Debut Tjipto di Solo kurang lebih thn 1919, memimpin aktivitas Sarekat Hindia National Indische Partij & konsisten radikal. Terhadap th 1927 dirinya dibekuk & diasingkan ke pulau Banda & baru dibebaskan terhadap era pendudukan Jepang thn 1942, tak lama seterusnya wafat kepada tanggal 8 Maret 1943.
Walau Indische Partij kepada hasilnya tenggelam, namun beliau sudah memberikan perlawanan gigih utk memperjuangkan kebebasan bangsa Indonesia. Bersama kemampuan intelektual, berfikir yg dituangkan dalam lembaran kertas, kekawatiran & ketakutan pemerintah kolonial seakan menghadapi bangkitnya Pangeran Diponegoro.

4. Perhimpunan Indonesia & Manifesto Politik
Terhadap awal abad ke 20, buat menempuh pendidikan tinggi satu orang terpaksa mesti keluar negara, khususnya ke negara Belanda. Kepada th 1900, cuma ada 5 orang mahasiswa pribumi yg mengikuti pendidikan tinggi di Belanda. Namun terhadap th 1908 jumlah mahasiswa pribumi telah mencapai 23 orang, & terhadap th inilah suatu organisasi yg bernama Indische Vereniging mereka wujud. Pelopor pembentukan organisasi ini yaitu Soetan Kasajangan Soripada & RM Noto Suroto. Para mahasiswa lain yg terlibat dalam organisasi ini merupakan R.Pandji Sosrokartono, Gondowinoto, Notodiningrat, Abdoel Rivai, Radjiman Wediodipoero ( Wediodiningrat) & Brentel.
Terhadap awalnya Indische Vereniging adalah perkumpulan social merupakan ruang mahasiswa Indonesia melintasi disaat senggang dgn berbincang-bincang & saling membagi kabar paling baru dari tanah air. John Ingleson menyebutkan “sebagai sebuah area bersantai bagi sesama mahasiswa Hindia sambil menanti-nanti info hangat dari tanah air”.
Walau diawali bersama gerakan sederhana, Indische Vereniging mempunyai arti dua perihal, ialah :
1. Indische Vereniging mengakses pintu keanggotaan buat seluruhnya mahasiswa dari Hindia Belanda, tak sebatas orang Jawa.
2. Indische Vereniging bukan cuma sekedar “organisasi persahabatan” , menilik pasal dua Biaya Dasarnya menetapkan perbaikan atau meningkatkan keperluan dgn.

Kehadiran tokoh-tokoh Indische Partij yg diasingkan di negara Belanda kepada thn 1913, seperti Tjipto Mangunkoesoemo & Soewardi Soeryaningrat amat mempengaruhi perkembangan Indische Vereniging. Masuk ide “Hindia Bebas” dari Belanda, dalam pembentukan negeri Hindia yg diperintah oleh rakyatnya sendiri. Perasaan anti kolonialisme & imperialisme makin menonjol kepada tokoh-tokoh Indische Partij sesudah ada seruan Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson yg ternama, adalah menyangkut kebebasan dalam tentukan nasib sendiri terhadap negara-negara terjajah ( The Right of Self Ditermination ).
R.M. Noto Soeroto ialah putera Pangeran Noto Dirodjo dari keluarga Sri Paku Alam di Yogyakarta. Beliau lahir thn 1888, & waktu perkumpulan didirikan beliau baru berumur 20 thn. Beliau seseorang pengarang yg mumpuni tetapi bersikap pro Belanda, maka kepada th 1924 dia dikeluarkan dari Indonesische Vereniging.

Dalam upaya berkiprah lebih jauh, organisasi ini mempunyai alat komunikasi yg berupa majalah Hindia Putra. Kepada rapat umum bln Januari 1923, Iwa Kusuma Sumantri juga sebagai ketua baru berikan penjelasan bahwa organisasi yg telah dibenahi ini memiliki tiga asas pokok, adalah :
1. Indonesia mau memastikan nasib sendiri.
2. Agar bisa memastikan nasib sendiri bangsa Indonesia mesti mengandalkan kebolehan & kebolehan sendiri.
3. Dengan maksud melawan Belanda bangsa Indonesia mesti bersatu.
Aktivitas Indische Verenigingsemakin tegas & radikal, tak lagi bersikap social, sudah berkembang ke arah politik. Searah dgn makin meluasnya penggunaan NamaIndische Vereniging, dirasa butuh utk mengubah nama organisasi jadi Indonesische Vereenigingpada thn 1924. Majalah Hindia Putra pula ikut beralih nama jadi Indonesia Merdeka.
Lewat rapat kepada tanggal 3 Pebruari 1925 hasilnya Indonesische Vereeniging ditukar jadi Perhimpunan Indonesia ( PI ). Semboyan ‘Indonesia Merdeka, sekarang! pula telah jadi slogan meski mengatakannya bersama Bahasa Belanda.

Berkaitan pemakaian kata “Indonesia” pertama ialah sebuah ide akademis yg murni, sudah dihidupkan kembali oleh Indische Vereniging. Mereka memanfaatkan nama Indonesia sbg pengganti kata yg dirasa merendahkan derajat; Netherland-Indies ( Hindia Belanda), & kata yg menjengkelkan adalah inlander ( orang pribumi ).

Lewat alat “Indonesia Merdeka” & gerakan internasional, automatis dunia internasional mengetahui kegiatan perjuangan para pemuda Indonesia yg ada di luar negara dalam business memperjuangkan kemerdekaannya. Kegiatan-kegiatan internasional yg dikuti antara lain :
1. Mengikuti Kongres ke 6 Liga Demokrasi Internasional utk Perdaamaian di Paris terhadap th 1926. Delegasi Perhimpunan Indonesia di pimpin oleh Mohammad Hatta.
2. Mengikuti Kongres I Liga Penentang Imperialisme & Penindasan Kolonial di Berlin kepada thn 1927, mengirimkan Mohammad Hatta, Nasir Pamuncak, Batot & Achmad Subardjo.
Dalam perjalanannya Perhimpunan Indonesia mengalami tidak sedikit tekanan dari pemerintah Belanda, terlebih sesudah berlangsung pemberontakaan oleh Partai Komunis Indonesia terhadap thn 1926. Pengawasan dilakukan makin ketat, tapi begitu terhadap tanggal 25 Desember 1926 Semaun dgn Mohammad Hatta menanda tangani satu buah kesepakatan yg dikenal dgn Konvensi Hatta-Semaun.
Dalam kesepakatan itu ditekankan kepada upaya Perhimpunan Indonesia masihlah terhadap garis perjuangan kebangsaan & diinginkan PKI bersama ormas-ormasnya tak menghalang-halangi Perhimpunan Indonesia dalam wujudkan cita-citanya. Harapan Perhimpunan Indonesia tertuang dalam 4 pokok ideologi dgn memperhatikan masalah social, ekonomi bersama menempatkan kemerdekaan yang merupakan maksud politik yg dikembangkan sejak thn 1925 dirumuskan juga sebagai berikut :
1. Kesatuan Nasional
Mengesampingkan perbedaan-perbedaan sempit seperti yg menyangkut bersama kedaerahan, juga butuh dibentuk sebuah kesatuan tindakan buat melawan Belanda, buat membuat negeri kebangsaan Indonesia yg merdeka & bersatu.
2. Solidaritas
Terdapat perbedaan kebutuhan yg amat sangat mendasar antara penjajah dgn yg dijajah
(Belanda bersama Indonesia). Oleh lantaran itu haruslah mempertajam konflik dgn orang
kulit putih dgn kita tak menonton perbedaan antara orang Indonesia.
3. Non-Kooperasi
Mesti disadari bahawa kemerdekaan tak diperoleh demikian saja atau hadiah, oleh dikarenakan itu hendaknya dilakukan perjuangan sendiri tidak dengan mengindahkan Instansi yg sudah ada yg dibuat oleh Belanda seperti Volkraad ( Dewan Perwakilan Kolonial).
4. Swadaya
Perjuangan yg dilakukan haruslah mengandalkan kemampuan diri sendiri. Dgn begitu
butuh dikembangkan alternatif struktur dalam kehidupan nasional, politik, social, ekonomi
hukum yg kuat berakar dalam warga pribumi & sejajar dgn administrasi
kolonial.
Juga Sebagai tindak lanjut proklamasi pokok-pokok Perhimpunan Indonesia, disusun ide kerja juga sebagai berikut :
1. Melancarkan propaganda dengan cara intensif pokok-pokok tersebut, terutama di Indonesia.
2. Menarik perhatian dunia internasional kepada permasalahan Indonesia.
3. Meningkatkan perhatian para anggota kepada persoalan internasional. Dalam kepada itu para anggota PI yg menyebutkan diri mereka selaku penggerak revolusioner-nasionalistis sudah merinci garis-garis tata cara & dgn begitu mendapat simpati dari teman-teman setanah air juga membangkitkan semangat revolusioner-nasionalistis di Indonesia.
Pengurus Indische Vereniging th 1922 :
1. Ketua : R. Iwa Kusuma Soemantri
2. Sekretaris : J. Sitanala
3. Bendahara : Mohammad Hatta
4. Komisaris : Sastromoeljono
5. Archivaris : Mangoenkoesoemo

Pengurus Perhimpunan Indonesia :
1. Ketua : Soekiman Wrjosandjoyo
2. Wakil Ketua : Mononutu
3. Sekretaris I : Soerono
4. Sekretaris II : Soenarjo
5. Bendahara I : Mohammad Hatta
6. Bendahara II : Mohammad Masif
7. Komisaris : Amir, Boediarto, Moh. Joesoef.

Begitu menyangkut Perhimpunan Indonesia ( PI ) dgn manifesto politiknya, meski berdiri di luar negara merupakan Belanda, tapi memiliki pengaruh yg gede dalam membangkitkan semangat nasional & yakni bentuk dari satu buah pergerakan nasional yg memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

5. Partai Komunis Indonesia (PKI)
Partai Komunis Indonesia ( PKI ) dengan cara resmi didirikan terhadap tanggal 23 Mei 1920. Faktor ini tak sanggup dipisahkan dgn hadirnya pengaruh Marxis yg dipindah oleh H.J.F.M Sneevliet. Di Semarang bagi dirinya teramat menguntungkan, lantaran yang merupakan satu orang sosialis bisa tidak sedikit berkiprah. Mengingat di daerah ini yang merupakan pusat serikat buruh kereta api yg telah mapan, merupakan VSTP (Vereniging Van Spoor en Trameveg Personeel).

H.J.F.M Sneevliet merupakan seseorang anggota SDAP (Sociaal Democratische Arbiderspartij) merupakan Partai Buruh Sosial Demokrat. Dia dikirim ke Indonesia, kepada mulanya tinggal di Surabaya sbg staf direksi PadaSoerabajaasch Handelsblad. Dalam perkembangan kariernya ia dipindahkan ke Semarang.


Dalam upaya buat lebih mengkonkritkan ide-idenya, dengan sekian banyak teman seperti J,A Brandsteder, H.W Dekker & P. Bergsma, kepada tanggal 4 Mei 1914 sukses mendirikan Indische Social Democratische Vereniging (ISDV).Sneevliet konsisten berikhtiar mendapati figure yg mempunyai pengaruh akbar & berwibawa di mata penduduk. Bisnis ini dilakukan tak lain buat menambah area ajaran-ajaran yg dibawanya. Kesempatan nyatanya ada kepada diri badan Sarikat Islam (SI) yg memiliki massa agung & bersedia menerima pikiran-pikiran radikal. Anggota SI yg jejaka & radikal bakal bergabung bersama ISDV tidak dengan mesti meninggalkan SI, yaitu Semaun ketua SI cabang Semarang yg proaktif ke ISDV.
Kepada dikala yg bersamaan dalam badan SI berjalan kemelut di mana pemerintah Hindia Belanda tak berikan SI tubuh hukum bakal tapi justru berikan pernyatan terhadap cabang-cabang SI, termasuk juga cabang Semarang. disamping itu, bersama adanya patuh aturan partai kepada SI, Semaun yg ISDV mesti hengkang atau menciptakan sempalan jadi SI Merah. Komunis enteng menarik simpati bangsa terjajah lantaran merasa bakal dibebaskan menuju hidup makmur. Itulah sebabnya komunis di terima dgn angan-angan agung bagi warga Indonesia. ISDV kepada tanggal 20 Mei 1920 mengubah nama jadi Partai Komunis Hindia & terhadap bln Desember diubah jadi Partai Komunis Indonesia. Kepada dikala itu serta PKI menyebut bergabung DenganComintern ( Communist International ) sbg forum & pusat efektif bagi partai-partai komunis seluruhnya dunia.
Pengurus PKI :
1. Ketua : Semaun
2. Wakil ketua : Darsono
3. Sekretaris : Bersgma
4. Anggota pengurus : Baars & Sugono
5. Bendahara : H.W Dekker

Sesudah Partai Komunis Indonesia mengadakan kongres th 1924, sejak mulai menyebarkan pengaruhnya ke pedesaan Jawa & luar Jawa. Sejak itu partai serta berbenah diri buat menyiapkan satu buah revolusi. Sebuah ide penggulingan pada pemerintah Belanda dgn memberontak dianggap lebih baik daripada menerima dominasi kekuasaan kolonial.
Terhadap tanggal 13 November 1926, Partai Komunis Indonesia wujudkan tekadnya mengadakan pemberontakan di Jakarta disusul bersama aksi kekerasan di Jawa Barat, Jawa Tengah & jatim. Pemberontakan ini sebenarnya sebuah perbuatan yg teramat sia-sia sebab massa sama sekali tak siap disamping organisasinya tetap kacau. PKI sudah mengorbankan ribuan orang yg termakan hasutan utk ikut pun dalam pemberontakkan.

Mereka yg terlibat pemberontakan PKI & dibekuk pemerintah Belanda, diasingkan ke Tanah merah, Digul Atas di daerah Papua kini. Ada lebih kurang 13.000 orang yg dibekuk pemerintah Belanda, 4.500 orang diantaranya dihukum, 1.300 orang dibuang ke Digul.

Bahkan resiko jelek yang lain yg menimpa para pejuang pergerakan di tanah air ialah berupa pengekangan & penindasan yg menakjubkan dari pemerintah Belanda maka sama sekali tak punyai lokasi gerak. Meski PKI dinyatakan sbg partai terlarang tapi dengan cara illegal mereka tetap laksanakan gerakan politiknya. Semaun, Darsono & Alimin melanjutkan propaganda utk masih memperjuangkan tindakan revolusioner di Indonesia.

6. Partai Nasional Indonesia ( PNI )
Berdirinya partai-partai dalam pergerakan nasional tidak sedikit berawal dari studie klub di mana para golongan terpelajar mengumpulkan diri. Di Surabaya timbul Indonesische Studie Klub di bawah pimpinan Dr. Soetomo, di Bandung terdapat Algemeen Studie Klub dibawah koordinator Ir. Soekarno.
Partai Nasional Indonesia (PNI) yg lahir di Bandung terhadap tanggal 4 Juli 1927 tak terlepas dari keberadaan Algemeen Studie Klub. Lahirnya PNI pula dilatarbelakangi oleh situasi sosio-politik yg kompleks . Pemberontakkan PKI terhadap thn 1926 membangkitkan semangat baru buat menyusun kemampuan baru dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Rapat pendirian partai ini dihadiri Ir. Soekarno, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo, Mr. Budiarto & Mr. Soenarjo. Sesudah terbentuk susunan pengurus dalam rapat pendirian itu, langsung direncanakan satu buah kongres.

Susunan pengurus PNI :
Ketua ( pemuka ) : Ir. Soekarno
Sekretaris/ Bendahara : Mr. Iskaq Tjokroharisurjo
Anggota : 1. Dr. Samsi Sastrowidagdo
2. Mr. Sartono
3. Mr. Soenarjo
4. Ir. Anwari

Kongres Partai Nasional Indonesia yg perdana di Surabaya, tanggal 27 –30 Mei 1928 menetapkan :
1. Susunan acara yg meliputi :
a. bagian politik buat mencapai Indonesia merdeka
b. bagian ekonomi & social utk memajukan pelajaran nasional
2. Menetapkan garis perjuangan yg dianut yakni nonkooperasi
3. Menetapkan garis politik memperbaiki kondisi politik , ekonomi & sosisla dgn kemampuan sendiri, antara lain bersama mendirikan sekolah-sekolah, poliklinik-poliklinik, bank nasional, perkumpulan koperasi & sebagainya.
Dari sisi keanggotaannya sebenarnya PNI terbuka bagi seluruhnya bangsa Indonesia yg sudah berusia 18 th. Di samping itu orang Asia yang lain sanggup jadi anggota mengagumkan. Dgn mempunyai kecakapan orator & propagandis yg populer, Ir Soekarno kepada rapat yg diadakan di Bandung tanggal 27 –28 Desember 1927 bisa menggalang satu buah pemufakatan. Pemufakatan tersebut dalam wadah PPPKI ( Pemufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) yg dikuti oleh PSII ( Partai sarikat Islam Indonesia), Budi Utomo, Pasundan,Sumatransche Bond, kaum Betawi, Indonesische Studi Klub, & Algemeen StudieClub.
Ada dua tipe tindakkan yg dilaksanakan utk memperkokoh diri & berpengaruh di penduduk, merupakan :
1. Mengadakan usaha-usaha dari & utk lingkungan sendiri seperti mengadakan kursus-kursus, mendirikan sekolah, bank & sebagainya.
2. Ke Luar bersama memperkuat publik pendapat pada maksud PNI antara lain lewat rapat-rapat umum & penerbitan surat info Banteng Priangan di Bandung, Persatuan Indonesia di Jakarta.
Aktivitas PNI ini langsung menarik massa & faktor ini amat mencemaskan pemerintah kolonial Belanda. Terlebih dgn adanya pendapat Ir. Soekarno bahwa dapat pecah Perang Pasifik, semua bangsa Indonesia menyiapkan diri biar tak mendapat pengaruh jelek.

Kecemasan pemerintah kolonial Belanda makin bertambah sesudah ada laporan bahwa kalangan tentara & polisi telah terkena propaganda PNI. Usaha-usaha pencegahanpun dilakukan oleh pemerintah Belanda bersama melarang membaca info di suart berita yg berisi propaganda PNI terhadap seluruh Petugas yg berada dibawah departemen Van Oorlog. Pengawasan pada aktivitas politik dilakukan makin ketat bahkan bersama tindakan-tindakan penggeledahan & penangkapan.
Bersama berkembangnya desas desus bahwa PNI bakal mengadakan pemberontakan, sehingga empat tokoh PNI merupakan Ir. Soekarno, R. Gatot Mangkuprojo, Markun Sumodiredjo & Supriadinata diringkus & dijatuhi hukunan oleh pengadilan Bandung. Dalam proses peradilan itu, Ir. Soekarno dgn kepiaweannya jalankan pembelaan yg dikasih judul “ Indonesia Menggugat “.
Penangkapan kepada para tokoh pemimpin PNI nyatanya adalah pukulan berat & menggoyahkan bagi keberlangsungan partai. Dalam satu buah kongres luar biasa yg diadakan di Jakarta kepada tanggal 25 April 1931, diambil ketentuan buat membubarkan PNI. Pembubaran ini memunculkan pro & kontra, Mr. Sartono setelah itu mendirikan Partindo. Mereka yg tak setuju dgn pembubaran masuk dalam Pendidikan Nasional Indonesia ( PNI Baru ) yg didirikan Drs. Mohammad Hatta & Sutan Syahrir.

7. Organisasi Keagamaan
Larangan pada organisasi politik oleh pemerintah kolonial Belanda tidaklah berarti akhir dari seluruhnya perjuangan bangsa Indonesia. Pasal-pasal karet sirkulasi pemberangusan, Exarbitance Rechten (berisi larangan gerakan yg merugikan umum) & seperangkat aturan yg melarang organisasi politik terhadap hasilnya ada celah yg bakal memberikan alternatif. Para tokoh pergerakan tak cuma menfokuskan diri kepada pergerakan politik yg reaksioner & konfrontatif, dapat tapi menempuh sebuah aksi yg bermakna dalam arti luas bagi kemanusiaan.
Muhammadiyah ialah organisasi Islam mutakhir yg didirikan di Yogyakarta kepada tanggal 18 November 1912 oleh Haji Ahmad Dahlan. Muhammadiyah berarti umat Muhammad atau pengikut Muhammad, dgn nama ini mempunyai cita-cita akan mencotoh segala jejak perjuangan & pengabdian Nabi Muhammad. Pengurus perdana dari perserikatan Muhammadiyah terdiri dari K.H. Achmad Dahlan, Abdulah Sirad, H. Ahmad, H. Abdurachman, R.H. Sorkawi, H. Muhammad, R. H. Jallani, H. Anis & H.M. Fakih.
Maksud yg mau di raih merupakan :
1. Memajukan pengajaran berdasarkan agama Islam
2. Memupuk keimanan & ketaqwaan para anggotanya
Dalam rangka mencapai maksud itu yaitu mendirikan, memelihara, menyokong rumah-rumah sekolah berdasarkan agama Islam, memperbincangkan fasal-fasal ilmu agama Islam, mendirikan & memelihara tempat ibadah, langgar, suro dan seterusnya.
K.H. Achmad Dahlan ( 1868-1923 ) memiliki nama mungil Muhammad Darwis. Terhadap tanggal 18 November 1912, saudagar batik itu mendirikan organisasi Muhammadiyah. Pertama KH. A. Dahlan sendiri yg menjalankan beraneka macam tugas seperti tabligh, mengajar di sekolah Muhammadiyah, memimpin pengajian, & menyatukan baju utk si miskin.

Kepada tanggal 20 Desember 1912, Muhammadiyah berbadan hukum . Aspek ini dikukuhkan dgn Surat keputusan( Gouverment Besluit ) No. 81 tanggal 22 Agustus 1914, yg cuma memberikan izin bagi Muhammadiyah utk daerah Yogyakarta. Sesudah th 1917, daerah aktivitas Muhammadiyah mulai sejak meluas keluar daerah Yogyakarta. Sebab perkembangan yg bertambah pesat sehingga KH. A.Dahlan ajukan lagi permohonan izin terhadap pemerintah kolonial utk mendirikan cabang Muhammadiyah di luar daerah Yogyakarta. Permohonan ini dikabulkan dgn Surat Ketentuan Pemerintah No. 40 tanggal 16 Agustus 1920. Setelah Itu terhadap tanggal 7 Mei 1921 KH. A. Dahlan dikasih izin lagi utk mendirikan cabang Muhammadiyah di seluruhnya Hindia Belanda bersama Gouverment Besluit No. 36 tanggal 2 September 1921.
Jikam Sarikat Islam, Indische Partij, PKI, PNI berhaluan politik, Muhammadiyah tak berpolitik. Organisasi ini lebih menekankan terhadap factor yg tertuang dalam maksud pendiriannya. Walau ptidak berhaluan politik, terhadap bln Oktober 1922 bertempat di Cirebon, Muhammadiyah mengikuti kongres Al-Islam yg diselenggarakan Sarekat Islam. Dalam kongres tersebut Muhammadiyah dikasih peluang buat mengkomunikasikan keberadaan Muhammadiyah & mengangkat agama Islam dari keterbelakangan.
Kegiatan ini tidak sedikit mendapat simpatik termasuk juga pemerintah kolonial Belanda, sebab perjuangannya tak bersifat Konfrontatif ( menentang ). Dalam kongres Muhammadiyah yg berjalan dari tanggal 12 hingga 17 Maret 1925 di Yogyakarta, diperbincangkan masalah-masalah yg menyangkut bersama pengajaran Islam, Mass fasilitas Islam, & buku-buku berkenaan Islam yg berbahasa Jawa.

Kepada waktu kongres ini thn 1925, Muhammadiyah sudah mempunyai 29 cabang bersama 4000 murid. Perkembangan Muhammadiyah teramat langsung tampak dari jumlah cabang hingga 1 Januari 1931 sudah berkembang jadi 267 cabang dgn 24.383 anggota.

Bersama begitu peranan organisasi Muhammadiyah bersama Instansi pendidikannya amat gede dalam menolong perjuangan utk mencerdaskan bangsa & mencapai kemerdekaan bangsa. disamping Muhammadiyah aktivitas keagamaan lain yg mempunyai andil bagi kemajuan bangsa antara lain yaitu :
1. Jong Islamiten Bond, berdiri tanggal 1 Januari 1925 di Jakarta.
2. Nahdlatul Ulama ( NU), berdiri terhadap tanggal 31 Januari 1926 di Surabaya, jatim.
3. Nahdlatul Wathan, berdiri thn 1932 di Pacor, Lombok Timur.

8. Organisasi Pemuda & Perempuan
Terhadap awal abad ke-20 peranan pemuda terhadap organisasi Budi Utomo terkoordinir oleh para pemuda khususnya dari STOVIA. Tapi dalam perkembangannya Budi Utomo lebih tidak sedikit dikuti oleh kaum lanjut umur sesudah kongres pertamanya demikian juag buat organisasi lainnya kepada umumnyatidak lagi semata-mata organisasi para pemuda. Oleh sebab itu rupanya para pemuda betul-betul mengharapkan sebuah organisasi yg berupa organisasi pemuda.
Perkumpulan pemuda yg perdana berdiri kepada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta atas tutorial Budi Utomo, diprakarsai oleh dr. R. Satiman Wirjosandjojo, Kadarman & Sunardi. Mereka mufakat utk mendirikan organisasi kepemudaan yg anggotanya berasal dari peserta didik sekolah menengah di Jawa & Madura. Perkumpulan ini dikasih nama Tri Koro Dharmo yg berarti Tiga maksud mulia ( sakti, budhi, bakti).
Dalam perkembangannya Tri Koro Dharmo mengakses cabang di Surabaya. Dalam rangka mengefektifkan perjuangan, diterbikan satu buah majalah yg pun dikasih nama Tri Koro Dharmo. Maksud Tri Koro Dharmo dengan cara nyata dalam biaya dasarnya yakni :
1. Mau menghidupkan persatuan & kesatuan.
2. Hubungan Kerja bersama seluruhnya organisasi pemuda guna menempa keindonesiaan. Keanggotannya terbatas kepada para pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali & Lombok.

Perkumpulan Tri Koro Dharmo sebenarnya bersifat kedaerahan dikarenakan lebih tidak sedikit menonjolkan aspek-aspek dari satu buah daerah tertentu. Dalam perkembangannya lantaran lebih mengutamakan hal Jawanya sehingga dalam kongres di Solo tanggal 12 Juni 1918, Tri Koro Dharmo diubah jadi Jong Java.

Organisasi kepemudaan yang lain yg bersifat kedaerahan tidak sedikit bermunculan seperti Pasundan, Jong Sumatraen Bond, Jong Minahasa, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Celebes, Timorees Ver Bond, PPPI ( Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia ), Pemuda Indonesia, Jong Islamieten Bond, kepanduan & sebagainya.
disamping kegiatan para pemuda tersebut, kaum perempuan sebenarnya tak ingin ketinggalan. Perkumpulan perempuan yg didirikan sebelum th 1920 antara lain Putri Mardika yg didirikan atas pertolongan Budi Utomo. Perkumpulan ini bertujuan buat memajukan pengajaran pada anak-anak wanita bersama kiat :
1. berikan penerangan & pertolongan dana
2. mempertinggi sikap yg merdeka &
3. melenyapkan perbuatan malu-malu yg melampaui batas.

Perkumpulan Keutaman Istri didirikan kepada thn 1913 di Tasik, dulu terhadap th 1916 di Sumedang, Cianjur & th 1917 di Ciamis, menyusul di Cicurug thn 1918. Tokoh Kautaman Istri yg ternama yaitu Raden Dewi Sartika, yang merupakan pengajar Kautaman Istri di tanah Pasundan.
Di Yogyakarta terhadap thn 1912 didirikan perkumpulan perempuan yg benafaskan Islam bersama nama Sopa Tresna, yg seterusnya terhadap th 1914 jadi bidang perempuan dari Muhammadiyah bersama nama Aisyah. Di Yogyakarta tidak cuma Aisyah pun ada perkumpulan perempuan yg bernama Wanito Utomo, yg mulai sejak memasukkan wanita ke dalam gerakan basic tugas ke arah emansipasi.
Perkumpulan-perkumpulan perempuan yg didirikan sesudah th 1920 bisa dibagi dalam tiga grup :
1. Perkumpulan perempuan yg jadi bidang dari partai politik atau perkumpulan pergerakan yg telah ada.
a. Wanudyo Utomo ( Sarekat Wanita Islam Indonesia ) dari SI.
b. Ina Tumi dari Sarekat Ambon
c. Aisyah dari Muhammadiyah
2. Perkumpulan dari perempuan terpelajar yg bertujuan utk menyebarkan wawasan & kepandaian putrid yg kusus.
a. Wanito Utomo di Yogyakarta
b. Wanito Katolik di Yogyakarta
c. Putri Budi Sejati di Surabaya
3. Organisasi pemudi terpelajar juga sebagai sektor dari perkumpulan pemuda yg telah berdiri.
a. Putri Indonesia, bidang dari Pemuda Indonesia.
b. Jong Islamieten Bond Dames-Afedeling, bidang dari Jong Islamieten Bond.
c. Taman peserta didik bidang perempuan.
Dalam perkembangannya, perkumpulan-perkumpulan perempuan itu melakukan kongres yg dikenal bersama ‘Kongres Wanita Indonesia”.

Kongres Wanita Indonesia I
Kongres wanita yg mula-mula ini dilaksanakan tanggal 22 –25 Desember 1928 di Jakarta. Perkumpulan perempuan yg mengikuti antara lain Wanito Utomo, Putri Indonesia, Perempuan Katholik, Perempuan Mulya, Aisyah, Wanudyo Utomo, Jong Islamieten Bond & Jong Java sektor perempuan & perempuan Taman Peserta Didik. Maksud kongres kepada dasarnya mau mempersatukan cita & business utk memajukan perempuan Indonesia.disamping itu pula adanya hasrat buat mengadakan gabungan atau menempa perikatan diantara perkumpulan-perkumpulan perempuan tersebut.
Hasil yg diraih dalam kongres ialah pembentukan gabungan atau federasi perkumpulan perempuan dgn nama Perikatan Wanita Indonesia (PPI) yg dipimpin Ny. Sukanto. Maksud dari PPI yakni :
1. Berikan penerangan & perantaraan terhadap perkumpulan yg jadi anggotanya.
2. Menunjang dana menggali ilmu kepada anak wanita yg pandai.
3. Mengadakan kursus kesehatan.
4. Menentang perkawinan anak-anak.
5. Memajukan kepanduan bagi anak-anak wanita.
PPI sendiri dalam kongresnya kepada tanggal 28-31 Desember 1929 di Jakarta, mengubah nama PPI jadi PPII ( Perikatan Perhimpunan Istri Indonesia ). PPII mempunyai asas kebangsaan, persamaan, jiwa social, persamaan hak diantara pria & wanita. Terhadap bln Januari 1931 PPII mengikuti Kongres Wanita se Asia di Lahore dgn mengirim Nona Sunaryati Sukemi & Ny. Rukmini Santoso. Ini berarti buat yg mula-mula kalinya pergerakan perempuan Indonesia bisa berhubungan bersama pergerakan perempuan internasional.

Kongres Wanita Indonesia II
Kongres wanita yg ke-2 diadakan di Jakarta terhadap tanggal 20 hingga 24 Juli 1935, atas inisiatif PPII. Kongres ini dipimpin oleh Ny. Sri Mangunsarkoro bersama agenda pembicaraan :
1. Soal perburuhan wanita
2. Pemberantasan buta huruf
3. perkawinan
Pembicaraan yg alot yakni terhadap masalah pro kontra masalah monogamy di mana pemerintah mengeluarkan Ordonansi Perkawinan Tulis yg cenderung terhadap monogamy saja. Perkumpulan perempuan Islam menolak ordonansi tersebut, sedangkan Istri Sedar, Putri Budi Sedjati, Perkumpulan Kawula Yogyakarta puteri menyebut persetujuannya, dapat namun utk Perkumpulan Pasundan Istri meminta supaya ordonansi tersebut diubah menurut hukum Islam.

Kongres tak sanggup menyebutkan sikap kaitannya dgn pembicaraan masalah Ordonansi perkawinan, lantaran biaya basic menuntut nada bulat dalam memutuskan sebuah prinsip. Elemen yg sanggup disepakati yakni diputuskannya penyelenggaraan Kongres Wanita Indonesia setiap 3 thn sekali.
Kongres Wanita Indonesia III
Sehingga tiga thn selanjutnya adalah terhadap tanggal 23 – 28 Juli 1938 terjadi Kongres Wanita Indonesia III di Bandung bersama pimpinan Ny. Emma Puradireja. Kongres membicarakan berkaitan :
1. Undang-undang perkawinan mutahir.
2. Soal politik kaitannya hak memilih & dipilih bagi kaum perempuan utk posisi Tubuh Perwakilan (Volksraad ).
3. Tanggal 22 Desember utk disepakati diperingati juga sebagai Hri Ibu.

Kunci aktivitas emansipasi yg dipelopori oleh Raden Ajeng (RA) Kartinitumbuh & berkembang di Indonesia yg hasilnya menemukan jati diri. Kaum perempuan mempunyai hak & kewajiban yg sama dalam membebaskan bangsanya dari penindasan, kebodohan, kemiskinan & kesengsaraan.

9. Sumpah Pemuda
Sumpah pemuda yg seterusnya sanggup diibaratkan yang merupakan satu buah tulang punggung dalam kerangka histori Indonesia tak bisa lepas dari organisasi kepemudaan yg bernama PPPI
( Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia ) yg didirikan terhadap th 1926. PPPI inilah yg mendapat dukungan dari jumlahnya organisasi kepemudaan seperti Jong Java, Jong Sumatra Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Minahasa, Jong Batak, & Jong Islamieten Bond dgn penuh keyakinan mau mencapai tujuannya ialah persatuan Indonesia.
Para pemuda ini berharap satu buah upaya penyatuan peletakan basic buat kemerdekaan dgn menentang ketidakadilan yg dialami selagi periode penjajahan. Jumpa awal dilaksanakan tanggal 15 November 1825 bersama menempa panitia Kongres Pemuda I, yg bertugas menyusun maksud kongres. Diputuskan pengerjaan kongres I mulai sejak tanggal 30 April hingga bersama 2 Mei 1926.

Panitia kongres pemuda I :
1. Ketua : Moh Tabrani, dari Jong Java.
2. Wakil Ketua : Sumarto
3. Sekretaris : Jamaluddin Adi Negoro, dari Jong Sumatra Bond.
4. Bendahara : Suwarso
5. Pembantu umum : Bahder Johan, Yan Toule Soulemwir, Paul Pinontoan,
Hammami, Sarbini & Sanusi Pane.

Maksud kongres pemuda I yakni mencetak tubuh sentral, memajukan paham persatuan kebangsaan, & mempererat pertalian di antara seluruhnya perkumpulan pemuda kebangsaan. Elemen yg jadi agenda pembicaraan yaitu mengenai usulan Bahasa Indonesia merupakan bahasa Melayu sbg bahasa persatuan. Berkaitan usulan fusi utk seluruhnya perkumpulan pemuda, ga ada ketetapan.
Sesudah berlangsungnya kongres perdana, para pemuda makin tergerak buat menindaklanjuti dgn jalankan kongres berikutnya. Oleh lantaran itu, sesudah diawali jumpa pendahuluan terbentuklah susunan panitia sbg berikut :
Ketua : Soegondo Djoyopuspito
Wakil ketua : Djoko Marsaid
Sekretaris : Muhammad Yamin
Bendahara : Amir Syarifudin
Pembantu : Djohan Tjain, Kotjo Sungkono, Senduk, J. Leimena, Rohjani.
Kongres Pemuda II berjalan sejak tanggal 27 Oktober 1928 & mogok tanggal 28 Oktober 1928. Kongres Pemuda II mengadakan tiga kali rapat :
1. Rapat mula-mula, di gedung Katholik Jonglingen Bond di Waterloopein.
2. Rapat ke-2, tanggal 28 Oktober pagi, di gedung Oost Java Bioscoop, di Koningsplein Noord.
3. Rapat ke-3, tanggal 28 Oktober tengah malam, di gedung Indonesische Clubhuis di Jl. Kramat Raya 106 Jakarta.

Di tempat mutlak gedung Indonesische Clubhuis (hunian perkumpulan Indonesia ), yg sejak tanggal 20 Mei 1974 juga sebagai gedung Sumpah Pemuda, Sugondo Djojopuspito membacakan hasil ketetapan Kongres (Mail Report No. 1066x/28 No. J/302-Eigenhandig) sbg berikut :
mula-mula : Kami poetra & poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, Tanah
Indonesia.
Ke-2 : Kami poetra & poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, Bangsa
Indonesia.
ke-3 : Kami poetra & poetri Indonesia mendjoengdjoeng bahasa persatoean, Bahasa
Indonesia.
Kongres menetapkan ikrar / sumpah pemuda yg seterusnya jadi landasan perjuangan buat mencapai Indonesia merdeka. Terhadap tengah malam itu serta, utk mula-mula kali diperdengarkan lagu Indonesia Raya oelh penggubahnya Wage Rudolf Supratman.
Dirinya menyanyikan lagu tersebut dgn instrumen biola, lantaran apabila syair dinyanyikan, mungkin dilarang polisi. Sejak dikala itu lagu Indonesia Raya dipercaya yang merupakan lagu kebangsaan Indonesia.

Related Posts:

PARAGRAF ARGUMENTASI DAN NARASI BESERTA CONTOHNYA

Paragraf Argumentasi
Adalah paragraf yg berisi gagasan atau konsep bersama diikuti argumen yg kuat buat menyakinkan pembaca bersama isinya yg mengatakan satu buah opini yg diyakini.
Sample paragraf argumentasi :
“Polusi hawa & lingkungan nyaris berjalan di seluruhnya dunia, bahkan di Indonesia yg terutama berlangsung terhadap kota-kota akbar. Kendaraan bermotor yg makin tidak sedikit, asap pabrik & limbahnya merupakan misalnya, yg akan mengakibatkan kerugian yg pass gede, seperti hawa jadi kumuh & tak sehat…”

Cerita yakni karangan atau narasi yg menyajikan sebuah sejarah atau kejadian pun gimana sejarah itu terjadi berdasarkan urutan ketika.
Paragraf cerita sendiri dibagi jadi dua macam merupakan cerita ekspositoris & cerita sugestif.
1. Cerita ekspositoris
Cerita ekspositoris merupakan sebuah wujud cerita yg yg tujuanya mengemukakan berita berkenaan berlangsungnya satu buah histori atau proses. Cerita ini bersifat menambah area wawasan pembaca. Tahapan tahapan dalam satu buah proses di sampaikan bersama bahasa yg informatif dgn titik berat terhadap pemakaian kata denotatif.
Sample paragraf cerita ekspositoris :
Trick merawat & memelihara merpati tidaklah terlampaui susah. Bagi pemula, langkah mula-mula ialah membeli merpati satu pasang di ruangan business peternakan merpati. Kalau merpatinmasih mungil, usahakan kandang tak terlampaui terbuka supaya suasana dalam kandang pass hangat, tetapi lumayan jelas. Kemudian, periksalah makanan & minumannya juga memberi dengan cara rutin. Sebaiknya kandang merpati dibersihkan dengan cara rutin buat menjaga kesehatan merpati & ruangan tinggalnya.

2. Cerita sugestif
Cerita sugestif yaitu sebuah wujud cerita yg tujuanya merangsang aku khayal pembaca. Maksud utamanya merupakan berikan makna atas histori atau kejadian sbg satu buah pengalaman . Bahasa yg dipakai lebih cenderung ke bahasa kiasan bersama memanfaatkan kata kata konotatif.
Sampel paragraf cerita sugestif :
Aku menuju ke arena lapang terbang, dgn menunjukkan card kuning, cepat aku diijinkan turut menumpang Dakota. Turun dari kemayoran serta-merta aku naik taksi serta ke Priok. Kapal yg bakal pergi ke Singapura yakni majesty. Secepat rusa aku berlari menuju kapal tersebut. Berdiri sambil bersandarkan terali terlihat satu orang laki laki setengah lanjut umur, berpakaian teluk belanga berpeci seremban & berkain sarung Trengganau
Paragraf Eksposisi yakni paragraf atau karangan yg memiliki maksud buat memberikan berita menyangkut sesuatu maka mampu menambah area wawasan pembaca.

Related Posts: