PUISI TEMANKU MUSUHKU

Temanku musuhku

Saya miliki satu orang rekan
Dulunya temanku
Sekarang Ini tak
Temanku itu senantiasa memujiku
Tetapi dibalik memujinya
tersembunyi siratan
Satu Buah air hitam
Yg barangkali bakal jadi celah
Untuknya melaksanakan penobatan
Disetiap gumpalan tetasan
Terdapat sekian banyak harmoni yg
Melelahkan baginya
temaku ku itu
Mengaggap ku musuh
Sehingga tiap-tiap kata yg dilontarkan dgn
Pisau yg tajamnya
Sehingga itu bakal jadi suatu
Kebohogan gede
Bisa Jadi baginya kami hanyalah
Sekedar semut yg dapat diinjak
Tetapi saya ialah seekor semut
yg dapat menggitnya bersama bisaan ular
Sohib saya tak sempat menggapmu rekan
saya mengganggapmu perang
perang itu bukan di atas tanah melainkan
Dibalik jeruji yg mengizinkan tak gampang buat dilalui
Bisa Saja diwaktu ini anda bias jadi bunga
Tetapi apa daya
Kelak anda dapat jadi bangkai yg
tak lebih cuma sekedar sampah orang orang
Musuh itu pandai berbicara
Tetapi temanku yag satu itu
Tak pandai buat menutup harimaunya sendiri
Rekan saya bakal senantiasa
Menggigat apabila engkau yakni musuhku
Musuh yg cuma bertindak dgn gegabah
tidak dengan memikirkan apa daya yang kau mampu
Kau bukan sohib
namun kau ialah musuh
Dibalik suatu untayan kebenciaan
disetaip nafas kawanmu lainnya
Ingatlah sebuah kala
Engkau dapat merasa
temanmu itu bukan cuma musuh
Melainkan satu buah benteng
Yg cuma bias dilawan
dgn tetesan air mata darah di jantungmu

Related Posts: