Akuntansi Manajemen Sektor Publik

A. Akuntansi Manajemen Bidang Publik 
Satu Buah akuntansi manajemen bidang public merupakan sediakan berita akuntansi yg dapat dimanfaatkan oleh manajer public dalam laksanakan fungsi perencanaan & pengendalian organisasi. Adapun dalam fungsi manajemen, seperti perencanaan, pengkoordinasian, pengorganisasian & pengendalian tak dapatdi laksanakan tidak dengan berita yg memadai. Berita akuntansi diberikan juga sebagai sarana atau media utk menunjang manajer menjalankan fungsi-fungsi manajemennya, maka maksud organisasi mampu tercapai. 

Akuntansi manajemen yakni sektor dari sebuah system pengendalian manajemen yg integral. Institude of management accountants (1981) mendefinisikan akuntansi manajemen sbg sebuah proses pengindentifikasian, pengukuran, pengakumulasian, penganalisaan, penyiapan, penginterprestaian, & pengkomunikasian berita financial organisasi juga utk menjamin bahwa sumber daya dimanfaatkan dengan cara pas & akuntabel. 

Chartered institute of management accountants ialah organisasi profesi akuntan manajemen di inggris, sedangkan institute of management accountant adalah organisasi profesi akuntan manajemen yg berada di Amerika Serikat. Chatered institute of management accountants mendefinisikan akuntansi manajemen sbg sebuah bidang integral dari manajemen yg terkait bersama pengindenfikasian, penyajian, & penginterprestasian kabar yg difungsikan untuk : 
a. Perumusan taktik 
b. Perencanaan & pengendalian gerakan 
c. Pengambilan ketentuan 
d. Pengoptimalan pemakaian sumber daya 
e. Pengungkapan (disclosure) terhadap shareholders & pihak luar organisasi 
f. Pengungkapan terhadap karyawan 
g. Perlindungan asset 

Terhadap dasarnya prinsip akuntansi manajemen bagian public tak tidak sedikit tidak serupa dgn prinsip akuntansi manajemen yg di terapkan terhadap bidang swasta. Akuntansi manajemen bidang publik berbada dgn akuntansi keuangan. Akuntansi manajemen condong memberikan laporan yg sifatnya prospektif adalah dipakai utk perencanaan dimasa yg dapat datang, sedangkan akuntansi keuangan memberikan info yg bersifat laporan historis & retrospektif, merupakan berupa laporan kinerja musim dulu. 

Akuntansi juga sebagai sarana perencanaan organisasi 
Dalam perencanaan organisasi amat sangat mutlak dilakukan buat maksud pula sasaran organisasi & utk mengantisipasi kondisi di periode yg dapat datang. Bagi setiap kategori organisasi, system perencanaan berlainan – beda tergantung kepada tingkat ketidakpastian & kestabilan lingkungan yg mempengaruhi. Makin tinggi tingkat ketidakpastian & kestabilan lingkungan yg di hadapi organisasi. 

Dalam politik & ekonomi amat dominan dalam mempengaruhi tingkat ke stabilan organisasi. Info akuntansi difungsikan buat menciptakan prediksi – prediksi & estimasi menyangkut kejadian ekonomi yg mendatang dikaitkan dgn kondisi ekonomi & politik sekarang ini, sedangkan tingkat ketidakpastian (turbulansi) yg dihadapi bagian publik di musim – musim akan datang dapat makin tinggi. Elemen ini tak terlepas dari pengaruh pesatnya technologi kabar yg merabah ke semua bagian, termasuk juga bidang publik. Kabar akuntansi yang merupakan fasilitas perencanaan kepada dasarnya akan dibedakan jadi tiga group, ialah : 

1. Berita sifatnya teratur ataukah ad hoc 
2. Berita kuantitatif ataukah kualitatif, & 
3. Berita disamapaikan lewat saluran formal ataukah informal. 

Kepada organisasi bagian publik, saluran kabar lebih tidak sedikit bersifat formal, sedangkan prosedur informal relatife jarang dilakukan. hal itu merupakan lantaran adanya batasan transparasi & akuntabilitas public yg mesti dilakukan oleh dinas – Instansi public, maka perencanaan tak bisa dilakukan dengan cara personal atau cuma melibatkan orang-orang saja. 

Akuntansi Yang Merupakan Fasilitas pengendalian Organisasi 
Bahwa taktik utk mencapai maksud organisasi dijalankan dengan cara hemat, efisien, & efektif, sehingga difungsikan satu buah system pengendalian yg efektif. Pola pengendalian tiap organisasi tidak serupa – beda tergantung terhadap kategori & karakteristik organisasi. 

Organisasi bagian publik sebab sifatnya yg tak menguber laba juga adanya pengaruh politik yg akbar, sehingga sarana pengendaliannya lebih tidak sedikit berupa peraturan birokrasi. Terkait dgn pengukuran kinerja, terutama pengukuran ekonomi, efisien, & efektivitas (value for money). Yang Merupakan media pengendalian butuh di bedakan pemakaian kabar akuntansi yang merupakan fasilitas pengendalian keuangan (financial control) bersama akuntansi juga sebagai media pengendalian organisasi (organizational control). 

Pengendalian organisasi yakni terkait bersama pengintregasian gerakan fungsional ke dalam system organisasi dengan cara keseluruan. Pengendalian oragnisasi dimanfaatkan buat menjamin bahwa oragnisasi tak menyimpang dari maksud & taktik organisasi yg sudah di tetapkan. Sementara itu, buat maksud pengedalian organisasi dibutuhkan info yg lebih luas meliputi elemen ekonomi, sosial, & politik dari investasi yg diajukan. 

Proses Perencanaan & Pengendalian Manajerial Organisasi Bidang Publik. 
Perencanaan & pengendalian yaitu satu buah proses yg menempa satu buah siklus, maka satu step bakal terkait dgn step lainnya & terintegrasi dalam satu organisasi. Jones and Pendlebury (1996) membagi proses perencanaan & pengendalian manajerial kepada organisasi bidang publik berjalan lima step yakni : (1) Perencanaan maksud & sasaran basic,(2) perencanaan operasional, (3) Perencanaan operasional,(4) pengendalian & pengukuran,(5) Pelaporan, analisis, & umpan balik. 
Peran Akuntansi Manajemen Bidang Publik 

Peran mutlak akuntansi manajemen dalam organisasi bagian publik merupakan memberikan info akuntansi yg relevan & dapat diandalkan terhadap manajer buat jalankan fungsi perencanaan & pengendalian organisasi, peran akuntansi manajemen dalam organisasi bidang publik meliputi : 

1. Perencanaan strategik 
2. Pemberian kabar anggaran 
3. Penilaian investasi 
4. Penganggaran 
5. Penentuan budget layanan (cost of services) & penentuan tarif pelayanan(charging for service) 
6. Penilaian kerja 

A. System Pengendalian Manjemen Bagian Publik 
Pengendalian manajemen meliputi sekian banyak kegiatan ialah : 
1. Perencanaan 
2. Koordinasi 
3. Komunikasi 
4. Penganbilan ketentuan 
5. Motivasi 
6. Penegndalian 
7. Penilaian kinerja 

System pengendalian manajemen bagian publik berfokus kepada dengan cara apa laksanakan strategik oragnisasi dengan cara efektif & efesien maka maksud organisasi sanggup diraih. 
Type pengendalian manajemen bisa dikategorikan jadi jadi tiga group, adalah : 

1. Pengendalian preventif. Dalam step ini pengendalian manajemen terkait dgn perumusan taktik & perencanaan strategic yg dijabarkan dalam wujud progam – progam. 
2. Pengendalian opresional. Dalam step ini penegendalian manajemen terkait bersama pengawasan pengerjaan progam yg te;ah di tetapkan lewat media penganggaran 
3. Pengendalian kinerja. Kepada step ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan tolok ukur kinerja yg sudah ditetapkan. 

Struktur pengendalian manajemen 
Maksud dibuat pusat – pusat pertanggung jawaban tersebut yakni; 
1. Sbg basis perencanaan, pengendalian, & penilaian kinerja manajer & satuan organisasi yg dipimpinnya. 
2. Buat memudahkan mencapai maksud organisasi 
3. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence 
4. Mendelegasikan pekerjaan & wewenang ke satuan – satuan yg mempunyai kompetensi sehat mengurangi beban pekerjaan manajer pusat. 

5. Mendorong kreativitas & daya inovasi bawahan. 
6. Yang Merupakan media utk jalankan taktik organisasi dengan cara efektif & efisien 
7. Yang Merupakan fasilitas pengendalian budget 
Tanggung jawab manajer pusat pertanggung jawaban yakni utk membuat interaksi yg optimal antar sumber daya input yg difungsikan bersama output yg dihasilkan dikaitkan bersama kinerja. 
Pusat – pusat pertanggungjawaban 

Terhadap dasarnya terdapat empat type pertanggungjawaban, ialah; 

• Pusat anggaran (expense center) 
• Pusat pendapatan (revenue center) 
• Pusat laba (profit center) 
• Pusat investasi (investment center) 

Pusat – pusat pertanggungjawaban tersebut setelah itu jadi basic buat perencanaan & pengendalian budget pun penilaian kinerja terhadap satuan yg bersangkutan & pusat pertanggungjawaban mampu berfungsi yang merupakan jembatan buat bottom up budgeting atau participative budgeting.oleh dikarenakan itu pusat pertanggungjawaban yaitu fasilitas yg amat vital buat pembuatan & pengendalian. Di Samping itu, pusat pertanggungjawaban ialah basis pengukuran kerja, ialah perbandingan antara apa yg sudah dicapai oleh satuan oganisasi dgn biaya yg sudah ditetapkan. 

Kabar yg terkait dgn system pengendalian budget kebanyakan tidak sedikit didapati oleh bidang departemen biaya. Departemen biaya mempunyai fungsi yang merupakan berikut : 
a. Menetapkan mekanisme & formulir utk persiapan biaya 
b. Mengkoordinasikan & menciptakan asumsi – asumsi yang merupakan basic budget (asumsi tersebut contohnya tingkat inflasi, nilai edit, & harga migas) 
c. Menunjang mengkomunikasikan budget ke seluruhnya bidang organisasi 
d. Menganalisis biaya yg diajukan & menciptakan rekomendasi terhadap budgetee (biaya holder) & manajer pusat pertanggungjawaban 
e. Menganalisis kinerja biaya yg dilaporkan, menginteprestasikan hasil & menyiapkan ikhtisar laporan buat manajer pusat pertanggungjawaban 
f. Menyiapkan pengerjaan revisi budget jikalau dimanfaatkan. 

Proses pengendalian manajemen bidang public 
Dalam organisasi bidang public terdapat saluran komunikasi formal terdiri dari kegiatan formal dalam organisasi yg meliputi ; 
a. Perumusan taktik 
b. Perencanaan taktik 
c. Penganggaran 
d. Operasional (pengerjaan budget) 
e. Evaluasi kinerja 
Dalam pengendalian manajemen akan dilakukan dengan cara formal ataupun informal. Elemen pengendalian formal & aspek informal. Aspek pengendalian contohnya yakni system pengendalian manajemen, system pengendalian manajemen, system aturan (rules of the game & reward dan punishment sistem). 

Perumusan taktik (taktik formulation) yakni proses penentuan visi, misi, maksud, sasaran, target (outcome), arah & kebijakan, pun taktik organisasi. Ada lima proses perumusan taktik yaitu : 
• Misi & maksud 
• Analisis atau scanning lingkungan 
• Profil internal & audit sumber daya 
• Perumusan evaluasi, & pemilihan taktik 
• Implementasi 

Maksud mutlak perencanaan strategik yaitu buat meningkatkan komunikasi antara manajer puncak bersama manajer dibawahnya. Manfaat perencanaan strategik bagi organisasi antara lain : 
a. Yang Merupakan fasilitas buat mengfasilitasi terciptanya biaya yg efektif. 
b. Juga Sebagai srana buat mengfokuskanmanajer terhadap pengerjaan taktik yg sudah ditentukan. 
c. Sbg alat buat memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yg optimal (efektif & efisien) 
d. Yang Merupakan kerangka utk pembuatan aksi jangka pendek (short term action) 
e. Yang Merupakan media bagi manajemen utk bisa mendalami taktik organisasi serasi & terang 
f. Sbg fasilitas utk memperkecil berkaitan alternative taktik 

Mengubah perencanaan strategic jadi perbuatan nyata dalam perencanaan strategik bukan adalah akhir yg final. Perencanaan strategic butuh ditranslasikan dalam wujud perbuatan – perbuatan, perencanaan strategic mesti didukung oleh aspek – faktor berikut : 

a. Struktur supporter baik dengan cara manajerial ataupun political will 
b. Proses & praktik implementasi di arena lapang 
c. Kultur organisasi 

Step yg berikutnya ialah tentukan budget, proses ini pengendalian adalah step yg dominan. Proses penganggaran terhadap organisasi bagian public mempunyai karakteristik yg tidak sama bersama penganggaran kepada bagian swasta. Perbedaan terutama adanya pengaruh politik dalam proses penganggaran. Step akhir dari proses pengendalian manajemen ialah penilaian kinerja.mpengendalian manajemen lewat system penilaian kinerja dilakukan bersama trick membuat prosedur reward dan punishment. Manajemen kompensasi ialah prosedur utama buat mendorong & motivasi manajer utk mencapai maksud organisasi. 

Related Posts:

Apresiasi Puisi Strata Norma Roman Ingarden

Apresiasi Puisi Strata Norma Roman Ingarden

Puisi!
Asa, Jangan Bawa Kupu-Kupu ke Sekolah
Jimat Kalimasadha

Asa, jangan bawa kupu-kupu itu ke sekolah
Nanti sayapnya patah
Nanti hilang warnanya indah

Asa, jangan bawa jangkrik itu ke sekolah
Nanti riang suaranya hilang
Nanti teriaknya jadi serak

Asa, jangan bawa kalajengking itu ke sekolah
Nanti sengatnya tak punya bisa
Nanti sakitnya tak berasa

Ayo, kembalikan saja ke rumahnya
Biar hidup bahagia seperti kita
Bersama ibu, ayah, dan saudaranya

Ayo, lepaskan saja mereka
Hidup bebas merdeka
Meramaikan belantara raya


Kaki Patiayam-Gondoharum, Kudus-Juni 2011






Analisa puisi strata norma Roman Ingarden!
1.      Lapis Bunyi
Asonansi yang sering muncul dalam puisi tersebut yaitu /a/, sedangkan aliterasi yang sering muncul yaitu /n/ dan /b/ seperti pada kata nanti, bawa, warnabiar,bahagiabersama, bebas, belantara, kembalikan, dll.
Bunyi-bunyi atau pola bunyi yang bersifat istimewa dalam puisi di atas, antara lain:
            Asa, jangan bawa kupu-kupu itu ke sekolah
Asa, jangan bawa jangkrik itu ke sekolah
Asa, jangan bawa kalajengking itu ke sekolah
Nanti riang suaranya hilang
Nanti teriaknya jadi serak
Nanti sengatnya tak punya bisa
Nanti sakitnya tak berasa
2.      Lapis Arti
Kata  Asa”  dapat diartikan sebagai harapan atau permohonan. Bisa juga diartikan sebagai generasi masa kini. Sementara kata “kupu-kupu, jangkrik, dankalajengking” adalah kumpulan binatang yang menggambarkan watak manusia. Ada manusia yang baik dan terlihat menawan seperti kupu-kupu, ada yang terlihat biasa-biasa saja seperti jangkrik, ada pula yang memiliki watak jahat seperti kalajengking. Kata“sekolah” diartikan sebagai tempat mencari ilmu.
Puisi tersebut menjelaskan bahwa dalam mendidik manusia yang memiliki beragam watak, tidak harus pergi ke sekolah yang hanya berisi segudang peraturan dan tugas yang menumpuk. Saat ini, sekolah hanya menuntut siswanya untuk pintar tanpa diikuti dengan upaya meningkatkan kecerdasan moral siswanya. “Kembalikan saja ke rumahnya”. Dengan membebaskan mereka kembali ke lingkungannya, diharapkan manusia-manusia yang memiliki beragam watak tersebut dapat berkembang sesuai nalurinya.
“Biar hidup bahagia seperti kita. Bersama ibu, ayah, dan saudaranya”.Sejatinya, pendidikan dari keluarga-lah yang sangat penting untuk perkembangan mental dan moral anak-anak.
Puisi tersebut dapat pula diartikan sebagai program konservasi. Jika kita sering membawa kupu-kupujangkrik, dan kalajengking ke sekolah untuk dijadikan bahan percobaan, hal ini akan mengakibatkan punahnya binatang tersebut. Generasi mendatang tidak akan bisa menikmati keindahan kupu-kupu, merdunya suara jangkrik, dan melihat kalajengking yang bisa menyengat. Untuk itu, mereka harus dikembalikan ke alamnya dan tidak mengurung binatang-binatang tersebut dalam sebuah tempat observasi. Biarkan mereka hidup bebas sesuai habitatnya agar tidak punah.
3.      Lapis objek
·         Tema
Puisi tersebut bertema tentang konservasi. Dengan melibatkan nama-nama binatang seperti kupu-kupu, jangkrik, dan kalajengking dapat dimaknai bahwa puisi tersebut bertema pelestarian hewan atau konservasi hewan. Jika dianalisis dari segi makna tersiratnya bahwa binatang-binatang tersebut menggambarkan watak manusia berarti puisi itu bertema konservasi moral.
·         Latar
Tempat yang tersurat dalam puisi tersebut yaitu sekolah yang dimaknai sebagai tempat mencari ilmu atau tempat mengadakan penelitian. Selain itu juga disebutkanrumah yang diartikan sebagai habitatnya. Latar waktu yang digambarkan dalam puisi tersebut yaitu pada masa kini yang ditafsirkan bahwa masa kini banyak binatang yang punah atau moral manusia yang semakin merosot. Dunia pendidikan dirasakan tidak lagi menjalankan fungsinya dengan baik. Pendidikan dikembalikan ke alam agar mereka dapat mengembangkan bakat yang dimiliki. Alam adalah guru terbaik.
·         Pelaku
Pelaku dianalogikan sebagai kupu-kupu, jangkrik dan kalajengking. Secara tersirat binatang tersebut menggambarkan tiga watak manusia yang berbeda. Kupu-kupu melambangkan watak baik, jangkrik melambangkan watak yang biasa-biasa saja, sedangkan kalajengking melambangkan watak jahat.
·         Sasaran
Puisi tersebut ditujukan untuk generasi masa kini agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
4.      Lapis dunia
      Dipandang dari sudut pandang tertentu, pengarang ingin mengungkapkan bahwa di masa kini sekolah tidak lagi menjalankan fungsinya dengan baik. Kegiatan penelitian di sekolah tidak lagi memperhatikan keseimbangan alam hingga menimbulkan punahnya beberapa jenis binatang. Sekolah hanya mencetak lulusan yang cerdas dan pintar tanpa diimbangi dengan moral yang baik. Jika keadaannya demikian, sebaiknya para peserta didik dikembalikan ke habitatnya agar berkembang dengan baik. Pendidikan keluarga dirasa paling tepat untuk mengembangkan kecerdasan moral mereka. Begitu pula dengan binatang-binatang yang dijadikan bahan penelitian. Sebaiknya dikembalikan ke alam agar hidup bebas dan tetap terjaga kelestariannya.

5.      Lapis Metafisis
            Dalam puisi tersebut pengarang ingin mengajak pembaca untuk menggalakkan program konservasi. Konservasi alam maupun konservasi moral. Kedua-duanya sangat penting untuk menyongsong masa depan yang lebih tenteram.


Related Posts:

Pergi kesekolah

Di Sekolah
Hri ini saya bertolak sekolah
Jaket, pensil, & notebook ada di dalam tasku
Saya bingung
Di mana bukuku?
Di mana ruang pensilku?
Hri ini saya bertolak ke sekolah
Buku, pensil, & notebook ada di dalam tasku
Saya bingung
Di mana botol minumku?
dimana penggarisku?
Hri ini saya bertolak ke sekolah
Buku, pensil, & notebook ada di dalam tasku
Saya bingung
Di mana buku gambarku?
dimana penghapusku?
Hri ini saya bertolak ke sekolah
Buku, pensil, & netbook ada di dalam tasku
Saya bingung
Tidak ada sohib di sekolah
Tidak ada guru di sekolah
Hri ini saya bertolak ke sekolah
Buku, pensil, & notebook ada di dalam tasku
Saya bingung
Hri ini hri pekan
& saya ada di dalam kelas, sendirian

Related Posts:

PUISI BERANGKAT KE SEKOLAH


Lewat pukul 5 pagi
Jiwaku terbangun dari kegelapan
Mataku lemah terbuka
Tidak! malam telah sirna
Mimpiku indah terbuyar
Ku angkat badanku letih
Ku langkah kaki tak terhenti
Aku bingung sendiri
Kesana dan kemari
Tapi pikiran beradu sendiri
Oh belum ku sentuh PR sama sekali
Jantung berdegup keras lagi dan lagi
Tapi waktu harus berlari


Waktu mengalahkanku
Secepatku merapikan buku
Dilihat Orang tuaku pucat pasi
Sambil tergenggam kumpulan hari
Kulihat tanggal hari ini
Kusadar merah menyinari
Oh aku memang bodoh
Ingin ke sekolah
Eh tapi pada hari libur
Legaku berdiri
Ranjang hangat kembali ku tiduri


Related Posts:

Perbandingan Penegakan HAM di Indonesia (Orde Baru & Reformasi)

A.      ORDE BARU

1.      Peraturan yang Pernah Dibuat
a.      Tap MPRS No. XIV/MPRS/1966
b.      Kepres No.50 tahun 1993 tentang Pembentukan Komnas HAM

2.      Fungsi Aparat Penegak HAM
              Aparat penegak HAM pada masa tersebut masih dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah (tidak independen). Sehingga fungsi aparat yang seharusnya mengawasi pelaksanan penegakan HAM dan menyelesaikan kasusnya dibatasi oleh pemerintahan yang absolut dan otoriter, serta tidak transparan dalam menyelesaikan suatu kasus (dihalang-halangi oleh kepentingan-kepentingan tertentu serta adanya KKN).
              Banyak terjadi kasus pelanggaran HAM terselubung yang tidak jelas kebenarannya dan konon katanya justru melibatkan aparat itu sendiri. Oleh karena itu fungsi aparat penegak HAM pada masa ini terkesan hanya formalitas dan tidak efektif. Contohnya pada kasus yang dialami oleh Marsinah.

3.      Tantangan/Hambatan yang Dihadapi
a.      Kurang lengkapnya instrumen mengenai HAM
b.      Adanya anggapan bahwa HAM adalah produk barat yang bertentangan dengan nilai-nilai kekeluargaan bangsa Indonesia
c.       Pemerintahan yang ketat dan otoriter
d.      Sentralisasi pemerintahan (semuanya terpusat pada pemerintahan pusat) sehingga birokrasi menjadi panjang dan rumit dalam proses penyelesaian kasus-kasus HAM
e.      Kesadaran akan HAM yang masih rendah
f.        Aparat penegak HAM yang tidak transparan dan samar keadilannya
g.      Adanya kesenjangan sosial dalam masyarakat
h.       Adakalanya demi kepentingan stabilitas nasional, HAM diabaikan
i.        Oknum aparat yang diskriminatif
j.        Kebebasan pers yang sangat terbatas
k.       Banyaknya penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan

                                                                                       
B.      REFORMASI

1.      Peraturan yang Pernah Dibuat
a.      Disahkannya Tap MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia pada tanggal 13 November 1998
b.      UU No. 5 tahun 1998 tentang Ratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan atau Perlakuan atau Penghukuman yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat
c.       UU No.9 tahun 1998 tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat
d.      Kepres No. 129 tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia tahun 1998-2003, yang memuat rencana  ratifikasi berbagai instrument hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa serta tindak lanjutnya
e.      Kepres No. 181 tahun 1998 tentang pendirian Komnas Penghapusan Kekerasan Terhadap Wanita
f.        Perpu No.1 tahun 1999 tentang Pengadilan HAM
g.      UU No. 19 tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 105 tentang Penghapusan Pekerja secara Paksa
h.      UU No. 20 tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO tentang Usia Minimum Bagi Pekerja
i.        UU No. 21 tahun 1999
j.        UU No.29 tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi
k.       UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
l.        UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers
m.    Amandemen UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus 2000 dengan menambahkan Bab XA tentang Hak Asasi Manusia yang terdiri dari pasal 28A-28J
n.      Berdirinya pengadilan HAM yang dibentuk berdasarkan UU No. 26 tahun 2000
o.      Kepres No. 5 tahun 2001 tentang Pembentukan Pengadilan Hak Asasi Manusia Ad Hoc  pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diubah dengan Kepres No. 96 tahun 2001
p.      Kepres No. 31 tahun 2001 tentang Pembentukan Pengadilan HAM pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat , Pengadilan Negeri Surabaya, dan Pengadilan Negeri Makassar
q.      UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
r.       Pembentukan Komisi Penyelidik Pelanggaran (KPP) HAM tahun 2003 yang memiliki tugas pokok untuk menyelidiki kemungkinan  terjadinya pelanggaran HAM
s.       Kepres No. 77 tahun 2003
t.        UU No. 9 tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara
u.      UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT
v.       UU No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis

2.      Fungsi Aparat Penegak HAM
a.   Mengawasi pelaksanaan penegakan HAM
b.   Pelaksanaan penegakan HAM
c.    Memberi sosialisasi penegakan HAM pada masyarakat
d.   Menjamin perlindungan HAM bagi seluruh rakyat Indonesia
e.   Mewujudkan peradilan HAM yang adil dan tidak memihak

3.      Tantangan/Hambatan yang Dihadapi
a.   Sulitnya implementasi perundang-undangan mengenai HAM
b.   Pengaruh-pengaruh ideologi dari luar yang tidak sesuai dengan penegakan HAM
c.    Oknum aparat yang masih diskriminatif
d.   Norma adat atau budaya lokal yang bertentangan dengan HAM
e.   Adakalanya demi kepentingan stabilitas nasional HAM diabaikan
f.     Kebijakan yang sering berubah-ubah seiring pergantian kepemimpinan
g.   Adanya HAM satu yang bertentangan dengan HAM lainnya

Menurut kami, penegakan HAM lebih baik pada masa reformasi. Karena pada masa reformasi, instrumen HAM sudah cukup lengkap dan didukung oleh adanya pengadilan HAM yang adil dan tidak memihak. Aparat penegak HAM dan LSM HAM yang ada bersifat independen sehingga tidak dibatasi adanya kepentingan-kepentingan tertentu. Tingginya kesadaran HAM oleh masyarakat juga mendukung penegakan HAM yang lebih baik.

Related Posts:

Periodisasi Pemajuan Ham Di Indonesia 5


PERIODISASI PEMAJUAN HAM DI INDONESIA
No Periodisasi Peraturan HAM yang Dibuat1
Tahun 1945 s.d 1950
1.
Maklumat pemerintah tanggal 1 november 1945
2.
Maklumat pemerintah tanggal 3 november 1945
3.
Maklumat pemerintah tanggal 14 november 1945
2
Tahun 1950 s.d 19591.
Pasal 28E ayat 1 uud 19452.
Pasal 28i ayat 1 uud 1945
3
Tahun 1959 s.d 1966Pada periode ini sistem pemerintahan yang berlaku adalah sistemdemokrasi terpimpin sebagai reaksi penolakan Soekarno terhaapsistem demokrasi Parlementer. Pada sistem ini (demokrasiterpimpin) kekuasan berpusat pada dan berada ditangan presiden.Akibat dari sistem demokrasi terpimpin Presidenmelakukan tindakan inkonstitusional baik pada tataransupratruktur politik maupun dalam tataran infrastruktur poltik.Dalam kaitan dengan HAM, telah terjadi pemasungan hak asasimasyarakat yaitu hak sipil dan dan hak politik.
4
Tahun 1966 s.d 1998
Periode 1966-1998 Setelah terjadi peralihan pemerintahan dariSoekarno ke Soeharto, ada semangat untuk menegakkan HAM. Padamasa awal periode ini telah diadakan berbagai seminar tentang HAM.Salah satu seminar tentang HAM dilaksanakan pada tahun 1967 yangmerekomendasikan gagasan tentang perlunya pembentukan PengadilanHAM, pembentukan Komisi dan Pengadilan HAM untuk wilayahAsia. Begitu pula dalam rangka pelaksanan TAP MPRS No.XIV/MPRS 1966 MPRS melalui Panitia Ad Hoc IV telah menyiapkanrumusan yang akan dituangkan dalam piagam tentang Hak-hak Asasi Manusia dan Hak-hak serta Kewajiban Warga negara.Sementara itu, pada sekitar awal tahun 1970-an sampai periode akhir1980-an persoalan HAM mengalami kemunduran, karena HAM tidaklagi dihormati, dilindungi dan ditegakkan.
Tahun 1998 s.d sekarang1.
TAP MPR No.XVII/MPR/1998 Tentang Hak AsasiManusia2.
UNDANG-UNDANG NO.39 TAHUN 1999 TENTANGHAK ASASI MANUSIA UNDANG UNDANG NO 26TAHUN 2000 TENTANG PENGADILAN HAK ASASIMANUSIA3.
PERATURAN PEMERINTAH NO 2 TAHUN 2002TENTANG TATA CARA PERLINDUNGNTERHADAP KORBAN DAN SAKSI DALAMPELANGGARAN HAM BERAT4.
PERATURAN PEMERINTAH NO.3 TAHUN 2002TENTANH KOMPENSASI ,RETITUSI DANREHABILITASI TERHADAP PELANGGARAN HAMBERAT5.
KEPUTUSAN PRESIDEN N0.36 TAHUN 1998TENTANG PENGESAHAN KONVENSI HAK ANAK(CONVENTION OF THE RIGHT OF THE CHILD)6.
UNDANG UNDANG NO.8 TAHUN 1998 TENTANGPENGESAHAN PENYIKSAAN DAN PERLAKUANATAU PENGHUKUMAN LAIN YANGKEJAM,TIDAK MANUSIAWI ATAUMERENDAHKAN MARTABAT

Related Posts: